JAMBERITA.COM— Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan untuk memaknai kebebasan tidak hanya dalam konteks kebangsaan, tetapi juga sebagai kemerdekaan dari kesulitan, keterbatasan dan kepedulian yang belum tersampaikan.
Menurut SAH, salah satu bentuk nyata untuk menghadirkan kemerdekaan bagi sesama adalah melalui sadaqah. Sadaqah bukan sekadar memberikan sebagian harta, tetapi merupakan wujud kepedulian sosial yang dapat membantu seseorang keluar dari kesulitan.
“Sadaqah yang kita berikan mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi bisa menjadi sangat berarti bagi orang lain. Ketika kita membantu memenuhi kebutuhan saudara kita, sesungguhnya kita sedang ikut memerdekakan mereka dari kesulitan,” ujar SAH.
Ia menjelaskan, semangat sadaqah memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai kemerdekaan. Kemerdekaan yang sesungguhnya, kata dia, tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga adanya kesempatan bagi setiap masyarakat untuk hidup layak, memperoleh pendidikan, mendapatkan pangan yang cukup dan memiliki harapan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Karena itu, SAH mengajak seluruh kader Gerindra dan masyarakat Jambi memperkuat semangat berbagi, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, kepedulian sosial harus menjadi budaya bersama dan tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu.
“Jangan menunggu menjadi kaya untuk bersedekah. Berbagi dapat dimulai dari apa yang kita miliki dan dari kemampuan yang kita punya. Yang terpenting adalah keikhlasan dan niat untuk membantu,” katanya.
SAH yang juga dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi menilai, sadaqah dalam arti luas juga dapat diwujudkan melalui ilmu, tenaga, waktu, perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada orang lain. Dengan demikian, semangat berbagi dapat menjadi kekuatan sosial dalam membangun daerah.
Ia berharap semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dapat diisi dengan semakin banyak aksi nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, bangsa yang kuat bukan hanya dibangun oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki kepedulian dan solidaritas.
“Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika kita mampu menghadirkan kemerdekaan bagi orang lain—memerdekakan dari lapar, dari ketidakberdayaan, dari keterbatasan dan dari keputusasaan. Salah satu jalannya adalah dengan memperbanyak sadaqah dan kepedulian,” tegas SAH.
Menurutnya, sadaqah pada akhirnya bukan hanya memberikan sesuatu kepada orang lain, tetapi juga merupakan investasi kebaikan yang membangun hubungan sosial, memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan.
“Semangat kemerdekaan harus menjadi semangat berbagi. Karena ketika kita mampu membuat orang lain tersenyum dan meringankan bebannya, di situlah nilai kemerdekaan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.(*)
Sadaqah yang Memerdekakan, Pesan SAH di Momentum HUT RI ke-81
PA Muara Bulian Disorot: Tergugat Buka Suara Soal Dugaan Tekanan dan Pemanggilan Janggal
Sebut Utang 200 M Bebani Anak Cucu, Abun Yani Buka Suara Untuk Muaro Jambi Tercinta
Gandeng Kejati - DPR RI : DPRD Jambi Tolak Penawaran PI 7 Persen PetroChina, Minta Penuh 10 Persen
Hadapi Musim Kemarau, SAH Dorong Koordinasi Diperkuat Cegah Karhutla di Jambi
Hadapi Musim Kemarau, SAH Ingatkan Petani Jaga Ketersediaan Air Tanaman
Jambi Raih Penghargaan Daerah Berprestasi, Dapat Rp 5 Miliar untuk Bedah 250 Rumah



